Posts

Showing posts with the label pencemaran lingkungan

Novel Ghost Fleet

Novel fiksi Ghost Fleet adalah karya dari pengamat politik dan kebijakan ternama asal Amerika Serikat, Peter Warren Singer dan August Cole. Judul asli novel tersebut adalah Ghost Fleet: a Novel of The Next World War. Terbit pertama kali di Amerika Serikat pada 2015 lalu dengan lebih dari 400 halaman. Novel ini menjadi perhatian serius bagi petinggi militer Amerika Serikat. Pensiunan Laksamana James G Stavridis menyebut buku ini sebagai blue print untuk memahami peperangan di masa depan. Stavridis, yang kini menjabat sebagai dekan di fakultas Hubungan Internasional Tufts University, mewajibkan pimpinan militer untuk membaca novel tersebut. Singer menggambarkan situasi perang modern ketika pesawat tanpa awak (drone) mendominasi angkatan udara kedua belah pihak. Perang juga melanda sistem informasi tingkat tinggi, dan cakupannya bukan hanya peretasan situs internet, melainkan satelit yang memantau bagian permukaan bumi. Singer juga menceritakan China yang mengalami kemajuan p...

DAMPAK PENCEMARAN DARI N-METHYIL-2-PRYRROLIDONE TERHADAP BIOTA, TERHADAP EKOSISTEM PERAIRAN DAN TERHADAP PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

Image
Pendahuluan Secara garis besar sumberdaya hayati dapat ditemukan pada beberapa wilayah seperti pesisir, sungai, danau atau bagian perairan laut dalam. Terdapat sekitar 3 milyar manusia hidup di sekitar wilayah-wilayah yang kaya sumberdaya hayati dan memiliki ketergantungan pada sumberdaya hayati tersebut, baik untuk sebagian ataupun keseluruhan dari kebutuhan bahan makanannya atau sebagai bahan mentah bagi kegiatan industri. Sebagai konsekuensi dari keadaan ini adalah kebanyakan limbah, industri maupun rumah tangga, dan berbagai jenis perubahan dalam ekosistem serta kerusakan habitat yang ditimbulkan oleh tingginya populasi manusia di sekitar wilayah-wilayah produktif tersebut. Potensi wilayah pesisir dan lautan Indonesia dipandang dari segi fisik, terdiri dari Perairan Nusantara seluas 2,8 juta km2 , Laut Teritorial seluas 0,3 juta km2 . Perairan Nasional seluas 3,1 juta km2 , Luas Daratan sekitar 1,9 juta km2 , Luas Wilayah Nasional 5,0 juta km2 , luas ZEE ( Exlusive Economic...

Karakteristik Lumpur (Sludge) PDAM

Seperti halnya di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), walaupun berbeda sifat atau karakteristiknya, PDAM pun menimbulkan lumpur ( sludge ) yang volume hariannya relatif besar, tergantung pada debit air yang diolah dan konsentrasi kekeruhan air bakunya. Makin besar debitnya dan makin tinggi konsentrasi padatannya, baik padatan kasar ( coarse solid ), padatan tersuspensi ( suspended solid ) maupun koloid, makin besar juga volume lumpurnya (Mary dan Azikin, 2003). Lumpur yang dihasilkan dari proses pengolahan air di PDAM secara umum berasal dari unit filtrasi. Lumpur yang dihasilkan umumnya berwarna cokelat pekat dan lumpur tersebut sifatnya diskrit maupun flok. diskrit yaitu lumpur yang butir-butirannya terpisah tanpa koagulan, mayoritas lumpur ini mengandung pasir, grit, dan pecahan kerikil berukuran kecil. Sebaliknya, lumpur yang berupa flok, yaitu kimflok ( chemiflocc ) sangat besar volumenya terutama di PDAM besar air bakunya sangat keruh, didominasi oleh koloid. Lumpur dari...

Lumpur (Sludge) PDAM

Lumpur merupakan campuran cair atau semi cair antara air dan tanah. Lumpur dapat terbentuk saat tanah dalam kondisi basah. Secara geologis, lumpur ialah campuran air dan partikel endapan lumpur dan tanah liat. Jumlah lumpur pada pengolahan air minum di PDAM dapat diketahui berdasarkan jumlah pemakaian bahan kimia untuk proses flokulasi ( flocculation ), kekeruhan ( turbidity ), dan jumlah air baku. Produksi lumpur meningkat pada musim hujan akibat peningkatan kekeruhan yang disebabkan oleh erosi, hal tersebut merupakan salah satu ciri air permukaan. Jumlah pemakaian bahan kimia untuk penanganan kekeruhan tergantung pada tingkat kekeruhan, dengan demikian pemakaian bahan kimia yang meningkat mengindikasikan adanya peningkatan produksi lumpur. Pada umumnya lumpur masih memiliki kadar air yang cukup tinggi. Lumpur yang banyak mengandung padatan diperoleh dari hasil proses pemisahan padat-cair dari limbah yang sering disebut dengan sludge atau lumpur encer. Di dalam sludge tersebut s...

Sludge Kertas

Peningkatan kapasitas produksi industri pulp dan kertas saat ini tentu berpotensi memiliki dampak signifikan terhadap permasalahan penanganan limbah padat (sludge) yang jumlahnya terbilang besar. Sehingga perlu ada penanganan khusus limbah padat (sludge) kertas sehingga permasalahan tersebut teratasi. Sludge kertas merupakan limbah padat sisa dari produksi industri pulp dan kertas yang secara umum berwarna hitam atau abu-abu, dengan komposisi sebesar 90% padatan dan 10% air yang diperoleh dari proses pengendapan pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Sludge yang dihasilkan dari IPAL ini masih banyak mengandung bahan organik serat dan bahan anorganik lain. Jumlah dan karakteristik lumpur IPAL akan sangat dipengaruhi oleh karakteristik air limbahnya dan sistem pengolahannya, yaitu proses fisika, kimia, atau biologi. Sludge kertas juga menghasilkan pith yang berupa bahan dari proses depething plant yaitu pemisahan secara mekanik yang terdiri dari bahan serat dan bahan buk...