Teori mengenai pengambilan keputusan telah memunculkan identifikasi dan kategorisasi berbagai strategi pengambilan keputusan untuk membuat suatu keputusan. Lebih lanjut, para peneliti telah mengungkap dalam setiap pengambilan keputusan memiliki beberapa strategi pengambilan keputusan (Bettman et al., 1998). Studi yang dilakukan oleh Payne, Bettman, dan Johnson (1995) mendefinisikan strategi keputusan sebagai berikut: tahapan suatu operasional dari perilaku dan tindakan yang mendorong terjadinya perubahan pada beberapa pengetahuan awal menjadi sebuah kesimpulan akhir sehingga pembuat keputusan merasa bahwa masalah keputusan tertentu telah terpecahkan.
Beberapa peneliti menyatakan bahwa proses informasi dasar yang kurang lebih menuntut secara konigtif akan dilibatkan dalam suatu strategi pengambilan keputusan yang berbeda (O. Huber, 1980; Payne et al., 1990, 1995). Sehingga, dalam literature manajemen akan memunculkan perdebatan yang disebabkan oleh adanya pendekatan normatif dan deskriptif dalam mempelajari pengambilan keputusan. Dalam konteks ini, Studi yang dilakukan oleh Khatri dan Ng, (2000) menggarisbawahi mayoritas ilmuwan memusatkan perhatian mereka pada pengambilan keputusan strategis disbanding mempertimbangkan keseluruhan proses pengambilan keputusan.
Terlepas dari kenyataan bahwa terdapat banyak peneliti yang telah mempelajari 'strategis' pengambilan keputusan, namun keputusan strategis masih sulit untuk didefinisikan. Beberapa penulis fokus pada keputusan penting dan jarang yang dibuat oleh manajer puncak (Shimizu dan Hitt, 2004). Dalam karya manuskripnya, Mintzberg (1978) mendefinisikan keputusan sebagai strategi jika memiliki efek jangka panjang, menuntut sejumlah besar sumber daya dan 'menetapkan preseden'. Namun, definisi tersebut cukup kabur dan tidak harus menguraikan keputusan strategis dari keputusan lain di dalam perusahaan (Nutt, 2008).
Selanjutnya, pembagian keputusan strategis dan non-strategis tidak memperoleh dukungan oleh semua akademisi. Beberapa penulis (O'Leary-Kelly dan Flores, 2002) menggambarkan saling ketergantungan antara keputusan yang berbeda dan melihat perlunya mempertimbangkan pengambilan keputusan sebagai keseluruhan proses karena dalam praktiknya seringkali tidak ada perbedaan yang jelas antara keputusan strategis dan non-strategis. Tujuan dari penelitian yang telah dilaksanakan adalah tidak hanya berfokus pada keputusan strategis versus non-strategis namun mempertimbangkan keseluruhan proses pengambilan keputusan dan pengaruhnya terhadap kinerja. Beberapa peneliti saat ini percaya bahwa sebuah keputusan yang dibuat pada kenyataannya akan mewakili campuran keputusan strategis dan non-strategis. Misalnya, beberapa keputusan yang mempengaruhi 'kondisi lingkungan’ (misalnya pilihan teknologi pengolahan limbah). Namun, banyak keputusan dibuat setiap hari namun tetap dapat berdampak pada kinerja pengolahan limbah (penurunan kadar polutan, pilihan stakeholder yang berkompeten, jumlah teknologi yang akan diterapkan). Jadi, dalam konteks pengelolaan lingkungan, keseluruhan proses pengambilan keputusan harus dipertimbangkan untuk menarik gambaran holistik.
Pada saat yang sama, seperti yang disebutkan di atas, tidak dapat diabaikan bahwa sebagian besar penelitian pembuatan keputusan berfokus pada pengambilan keputusan strategis (misalnya Grant, 2003; Hughes dan Morgan, 2007; Green, Covin dan Slevin, 2008). Banyak usaha dilakukan untuk menguji isu pembentukan strategi, menentukan jenis pengambilan keputusan strategis yang berbeda dan pengaruhnya terhadap suatu kinerja.
Referensi:
Bettman, J. R., Luce, M. F., & Payne, J. W. (1998). Constructive consumer choice processes. Journal of Consumer Research, 25(3), 187-217.
Grant Robert M. (2003) ‘Strategic planning in a turbulent environment: Evidence from the oil majors’, Strategic Management Journal, Vol. 24, pp. 491-517.
Huber, O. (1980). The influence of some task variables on cognitive operations in an information-processing decision model. Acta Psychologica, 45(1-3), 187-196.
Hughes Paul and
Morgan Robert E. (2007) ‘A resource-advantage perspective of product-market
strategy performance and strategic capital in high technology firms’, Industrial Marketing Management, Vol.
36, pp. 503-517.
Green Kimberly
M., Covin Jeffrey G. and Slevin Dennis P. (2008) ‘Exploring the relationship
between strategic reactiveness and entrepreneurial orientation: The role of
structure-style fir’, Journal of
Business Venturing, Vol. 23, pp. 356-383.
Khatri Naresh and Ng H. Alvin (2000) ‘The role of intuition in strategic decision making’, Human Relations, Vol. 53, Issue 1, pp. 57-86.
Mintzberg Henry (1978) ‘Patterns in strategy formation’, Management Science, Vol. 24, Issue 9, pp. 934-948.
Nutt Paul C. (2008) ‘Investigating the success of decision making processes’, Journal of Management Studies, Vol. 45, Issue 2, pp. 425-455.
O’Leary-Kelly Scott W. and Flores Benito E.
(2002) ‘The integration of manufacturing and marketing/sales decisions: Impact
on organizational performance’, Journal
of Operations Management, Vol. 20, pp. 221-240
Payne, J. W., Bettman, J. R., & Johnson, E. J. (1995). An information processing perspective on choice. In J. Busemeyer, D. L. Medin & R. Hastie (Eds.), Decision making from a cognitive perspective (Vol. 32, pp. 137-175). San Diego: Academic Press.
Shimizu Katsuhiko and Hitt Michael A. (2004) ‘Strategic flexibility: Organizational preparedness to reverse ineffective strategic decisions’, Academy of Management Executive, Vol. 18, Issue 4, pp. 44–59.
Comments
Post a Comment